π Cara Membuat Pola Dasar Badan
LingkarBadan : ukur melingkari bagian badan atas melalui puncak payudara, ukur longgar sekitar empat jari; Lingkar Pinggang : ukur pas melingkari bagian tengah terkecil pinggang; Lingkar Pinggul : ukur longgar melingkari badan sebelah bawah melalui pinggul; Panjang Dada : ukur dari lekuk leher bagian bawah sampai batas pinggang depan
Setelahpaham mengenai pola dasar di lanjutkan dengan perubahan bentuk pola Pola dasar baju koko Sebenarnya ini adalah pola dasar pembuatan kemeja tapi dapat digunakan untuk pola baju koko Pola depan Buatlah pola dasar badan depan untuk anak laki-laki dengan perubahannya P - S = naik Β½ cm A - S = Β½ lebar punggung atas = 26 cm : 2 = 13 cm
A Pengertian pola dasar Pola dasar adalah pola yang masih asli, belum mengalami perubahan. Pola yang dibuat menurut ukuran badan atau anggota badan tanpa mengalami perubahan. Macam-macam pola dasar, yaitu : 1. Pola dasar badan 2. Pola dasar lengan 3. Pola dasar rok 4. Pola dasar celana pria dan wanita 5. Pola dasar kerah Beberapa sistem/metode
Sedangkanpembuatan pola dengan metode So-En memiliki tingkatan ketidaknyamanan pada beberapa bagian seperti misalnya: Kedudukan lingkar badan. Kedudukan panjang sisi, panjang punggung, lingkar panggul dan panjang gaun. Kedudukan titik-titik pas kerung leher, garis bahu, panjang punggung dan lingkar pinggang.
MEMBUATPOLA BUSANA TINGKAT DASAR Busana mempunyai hubungan yang erat dengan manusia, karena menjadi salah satu kebutuhan utamanya. Sejak jaman dahulu, dalam kehidupan sehari - hari manusia tidak bisa dipisahkan dari pemkakaian busana. Di masa kini, pakaian tidak lagi sebagai penutup tubuh, melainkan dibuat dengan desain menarik yang
Menentukanberapa lebar bahan yang diperlukan untuk pola dasar bagian muka, caranya adalah: sisakan bahan 5 cm pada garis tengah muka, kemudian tarik bahan ke bagian sisi melalui titik puncak payud*ra, dari batas garis tengah muka ukur ke kiri atau ke sisi dengan garis tegak lurus tepat sampai pada titik payudara, diberi tanda agar mudah mengukur jarak tengah muka ke titik payud*ra.
ο»Ώ10Alat Dan Bahan Untuk Membuat Batik Tulis - JNJ Batik. Sumber gambar :www.jnjbatik.com. tulis membatik desain sketsa pensil tangan motif lukisan eza mewarnai gampang corak jnj gamis kertas beranda dibutuhkan menulis. Pola Dasar Baju Wanita Untuk Pemula - BubiHobby. Sumber gambar :bubihobby.blogspot.com. pola pembuatan menjahit
Salamsukses dan selamat belajar untuk pemahaman teori bagaimana cara mengukur dan membuat pola. ini sebetulnya hanya penjiplakan saja antara pola badan depan dan belakang. yang dibawah ini teori cara membuat pola Lengan LUCKY ADAM FASHION ,Kursus Menjahit,Bordir,Sablon,untuk Wira Usaha dari tingkat DASAR,TERAMPIL,MAHIR,Lulusannya
Caramengambil ukuran badan calon pemakainya, dapat disimak pada video berikut: 2 - MEMBUAT GAMBAR POLA BLAZER BAGIAN DEPAN Pola blazer bagian depan yang baru selesai digambar merupakan dasar untuk membuat pola blazer bagian belakang. Pedoman yang harus diperhitungkan adalah dasar-dasar hitungan yang berikut:
ciEFRY.
Pola metode So-en yaitu menggambar atau membuat gambar pola baju berdasarkan cara dari Bunka Fashion College dan sistem Dressmaking dari sekolah Dressmaker Jogakuin sekarang Dressmaker Gakuin. Bunka Fashion Collage merupakan sekolah menjahit baju barat untuk anak dan wanita yang didirikan oleh Isaburo Namiki pada tahun 1919. Perkembangan Bunka Fashion Collage yang begitu pesat, mendorong lahirnya majalah So-En pada tahun 1936 yang mempublikasikan kreasi pola pakaian para alumni sekolah desain tersebut. Sebagai majalah yang memuat cara membuat pola dan menjahit pakaian, majalah So-En mampu mempertahankan eksistensinya hingga tahun 2005 dan berlanjut sebagai majalah industri busana hingga saat ini. A. Cara Mengambil Ukuran Lingkar Badan diukur sekeliling badan terbesar dengan posisi cm tidak terlalu kencang dan tidak terlalu longgar. Lingkar Pinggang diukur pas sekeliling pinggang Panjang Punggung diukur dari tulang belakang lurus sampai batas pinggang Panjang Lengan diukur dari bahu terendah sampai panjang yang diinginkan Tinggi Panggul diukur dari pinggang sampai batas panggul terbesar pada bagian belakang Lingkar Panggul ; diukur melingkar pada pinggul yang paling tebal secara horizontal dengan tidak terlalu ketat Panjang Rok diukur dari pinggang sampai panjang rok yang diinginkan B. Ukuran yang dibutuhkan untuk menggambar pola dasar sistem So-en Lingkar Badan 88 cm Lingkar Pinggang 66 cm Panjang Punggung 37 cm Panjang Lengan 24 cm Tinggi Panggul 16 cm Lingkar Panggul 96 cm Panjang Rok 50 cm C. Cara menggambar pola dasar sistem So-en skala 16 a Pola dasar badan Menggambar pola konstruksi sistem So-en, dimulai dengan ukuran badan. Cara mengkonstruksi pola badan yaitu A - B = Β½ ukuran lingkar badan ditambah 5 cm.. A dan B dihubungkan dengan garis putus-putus. A - C = 1/6 lingkar badan ditambah 7 cm. A - D = ukuran panjang punggung. Buat garis empat persegi dari A ke B, A ke D, D ke D1 dan B ke D1 dan C ke E dihubungkan dengan garis putus-putus. Garis C dengan E dibagi dua dengan nama E1. E1 - E2 = 0,5 cm. E2 dibuat garis bantu sampai ke garis pinggang diberi nama titik Dengan demikian selisih pola badan bagian muka dengan pola badan bagian belakang adalah 1 cm. C - F = 1/6 lingkar badan ditambah 4,5 cm buat garis vertikal. A - A1 = 1/20 lingkar badan ditambah 2,7 cm. A dengan A1 dibagi tiga, sepertiga bagian dipindahkan dari A1 ke A2, lalu dibuat garis leher belakang seperti gambar. a - a1 = A1 - A2. a1 - a2 = 2 cm. Hubungkan titik A2 dengan a2, ukuran panjang bahu dibagi dua dinamai titik H. H - H1 = 6 cmpanjang kup, dengan lebar kup 2 cm, lalu buat kup seperti gambar. Buat garis lingkar kerung lengan belakang mulai dari a2 terus ke E2 dengan besar lekukan pada ketiak berpedoman kepada Β½ jarak dari F dengan E2 dan ditambah 0,5 cm. d - d1 = 2 cm, lalu dihubungkan dengan E2 garis sisi pola belakang. D - d3 = 1/10 lingkar pinggang. Hubungkan d3 dengan H. D - d3 ditambah d1 - d2 = ΒΌ lingkar pinggang. d2 - d3 = besar kup. B - B1 = A - A1. B - B2 = B - B1. B1 - X = 0,5 cm. B1 dengan B2 dibuat garis persegi, pada sudutnya dinamakan titik O. Titik O dan B2 dibagi dua, setengah bagian dipindahkan ke garis O dan B diberi nama titik O1. Hubungkan X dengan O1 terus ke B2 seperti gambar garis leher pola bagian muka E - F1 = 1/6 ukuran lingkar badan ditambah 3 cm. Buat garis vertikal sampai kegaris A dengan B, dinamakan titik b. b - b1 = 2 kali ukuran a - a1 Ukur panjang bahu dari X ke X1, melalui titik b1 F1 - f1 = Β½ F - E2 Bentuk lingkar kerung lengan pola bagian muka mulai dari X1 melalui f1 menuju E2 seperti gambar D1 - G = O - O1. d - g = 2 cm G - G1 = 1/10 lingkar pinggang, hubungkan g dengan E2 G - G1 ditambah G2 - g = ΒΌ lingkar pinggang G1 - G2 = besar kup, pada garis tengah antara G1 dengan G2 dibuat garis bantu sampai ke garis badan, diturunkan 4 cm, lalu dihubungkan dengan G1 dan G2 Besar kup pola so-en ditentukan oleh perbandingan ukuran lingkar badan dengan lingkar pinggang, jika perbedaan ukurannya banyak maka kupnya menjadi besar, karena pada sisi jaraknya hanya 2cm. Jika ditemukan ukuran kup lebih dari 4 cm, sebaiknya kup dipecah menjadi dua dengan ukuran yang sama besar, antara kup yang satu dengan yang lainnya diberi jarak dua cm, dan panjang kup yang kedua dikurangi 2 cm dari kup utama. b Pola lengan Ukuran yang diperlukan - Lingkar kerung lengan 40 cm diukur dari pola badan muka dan belakang - Panjang lengan 24 cm - Tinggi puncak lengan 12 cm Keterangan pola lengan A - B = panjang lengan. A - C = ΒΌ ukuran lingkar kerung lengan ditambah 3 cm tinggi puncak lengan. A - E = Β½ ukuran lingkar kerung lengan. A - F = Β½ ukuran lingkar kerung lengan ditambah 1,5 cm. A - A1 = 1/3 A β F. A - A3 = 1/3 A - E. E1 = 1/3 dari E - A. A1 - A2 = 1,5 cm. A3 - A4 = 1,8 cm. E1 - E2 = 1,3 cm. Hubungkan F dengan A2 terus ke A lingkar kerung lengan bagian belakang, hubungkan A dengan A4 terus ke E2 dan E seperti gambar lingkar kerung lengan bagian muka Untuk membentuk sisi lengan pola dasar sitem So-en, tergantung pada ukuran panjang lengan. Untuk lengan panjang ujung lengan dibentuk pada bagian muka dan belakang, sedangkan untuk lengan pendek ujung lengan tidak dibentuk. Untuk lebih jelasnya akan digambar kedua ukuran yaitu lengan pendek dan lengan panjang. Untuk menentukan lengan panjang, dibuat garis vertikal dari titik E dan F sampai panjang lengan. Garis B dan B1 dibagi dua. B1 - B2 = 1 cm lalu bentuk seperti gambar pola bagian muka. J - j1 = 1 cm, lalu bentuk seperti gambar pola bagian belakang. Untuk menentukan lengan pendek, diukur dari titik A ke O panjang lengan, buat garis horizontal dari O ke H dan dari O ke G. H - H1 = 2 cm, hubungkan H1 dengan E seperti gambar sisi lengan bagian muka. G - G1 = 2 cm, hubungkan F dengan G1 seperti gambar sisi lengan bagian belakang c Pola rok Ukuran yang diperlukan - Lingkar pinggang = 66 cm - Tinggi panggul = 16 cm - Lingkar Panggul = 96 cm - Panjang Rok = 50 cm Keterangan pola rok A - A1 = 1 cm A1 - B = ΒΌ lingkar pinggang dikurang 1 cm ditambah 2 cm lipit kup. B - B1 = 0,7 cm. Hubungkan A1 dengan B1 seperti gambar garis pinggang pola belakang. A1 - A2 = 1/10 lingkar pinggang. A2 - A3 = 2 cm lipit Kup. Untuk membentuk lipit kup, besar lipit kup dibagi dua dinamakan titik A4. A4 - A5 = panjang kup, dibuat garis putus-putus. A5 - A6 = 0,5 cm. Hubungkan titik A2 dengan A6 dan A3 dengan A6. A1 - C = tinggi panggul. C - D = Β½ lingkar panggul ditambah 2 cm, dihubungkan dengan garis putus-putus. C - E = ΒΌ lingkar panggul setengah C dengan D. A - F = ukuran panjang rok. F - I = C - D F - F1 = C - E. Hubungkan B1 dengan E, membentuk garis sisi panggul, terus ke F1. I - G = panjang rok. G - H = ΒΌ lingkar pinggang ditambah 3 cm 2 cm untuk besar kup, dan 1 cm untuk membedakan pola rok muka dengan belakang. H - H1 = 0,7 cm. Hubungkan G dengan H1 seperti gambar garis pinggang pola bagian muka. G - G1 = 1/10 lingkar pinggang. G1 - G2 = 2 cm. G3 = besar lipit kup dibagi dua G3 - G4 = panjang kup, dibuat garis putus-putus. G4 - G5 = 0,5 cm Hubungkan titik G1 dengan G5 dan G2 dengan G5. Hubungkan H1 dengan E, membentuk garis sisi panggul terus ke F1.
Menggambar pola bisa dimulai dari pola belakang terlebih dahulu. Yukk, simak penjelasannya di bawah ini Gambar Pola dasar badan depan dan belakang A β B = Β½ ukuran lingkar β C = ΒΌ lingkar badan ditambah 1 β B1 = 1,5 β D = ukuran panjang punggung, buat garis horizontal ketitik β B2 = 1/6 lingkar leher ditambah 1 titik B1 dengan B2 seperti gambar leher belakang.C β C1 = 5 cm, hubungkan ke titik B2 dengan garis putus-putus garis bantu.B2 dipindahkan ukuran panjang bahu melalui garis bantu diberi nama titik B3B3 β B4 = 1 cm, samakan ukuran B2 ke B4 dan dihubungkan dengan garis β G = Β½ panjang punggung ditambah 1 cm, buat garis horizontal kekiri dan beri nama titik β G1 = 9 β F1 = Β½ lebar punggung buat garis batas lebar punggung.Bentuk garis lingkar kerung lengan belakang mulai dari titik B4 menuju F1 terus ke F seperti β D1 = ΒΌ ukuran lingkar pinggang ditambah 3 cm besar lipit kup dikurang 1 β D2 = 1/10 lingkar β D3 = 3 cm besar lipit kup.Dari D2 dan D3 dibagi 2, dibuat garis putus-putus sampai kegaris badan G dan H diukur 3 cm kebawah, dihubungkan dengan titikD2 dan D3 menjadi lipit β D1 = ΒΌ ukuran lingkar pinggang ditambah 3 dihubungkan dengan F, menjadi garis sisi badan bagian belakang. Keterangan Pola Bagian Depan A β A1 = 1/6 lingkar leher ditambah 1 β A2 = 1/6 lingkar leher ditambah 1,5 titik A1 dengan A2 seperti gambar garis leher pola muka.A1 β C2 = ukuran panjang β A3 = 5 β F2 = Β½ lebar titik C2 ke F2 terus ke F seperti gambar lingkar kerung lengan bagian muka.E β E1 = 2 cm sama besarnya dengan ukuran kup sisi.E1 β E4 = ΒΌ lingkar pinggang ditambah 4 cm 3 cm besar lipit kupdan 1 cm untuk membedakan pola muka dengan belakang.E1 β E2 = 1/10 lingkar β E3 = 3 cm besar lipit kup.E2 dan E3 dibagi dua dibuat garis putus-putus sampai ke garis tengah β J = ukuran tinggi J dibuat garis sampai ke β J2 = 2 cm, lalu dihubungkan dengan titik E2 dan E3 membentuk lipit β I = 9 cm, lalu dihubungkan dengan garis putus-putus ke titik β K = 2 I ke I1 dan I2 diukur masing-masing 1 cm, lalu hubungkan dengan titik β K = I2 β K, yang dijadikan patokan panjang adalah ukuran I1 ke dihubungkan dengan I2 dan titik I1 dengan F, menjadi garis sisi badan bagian muka. Gambar Pola lengan Ukuran pola lengan 1. Lingkar kerung lengan = 40 cm diukur dari pola badan 2. Tinggi puncak lengan = 12 cm 3. Panjang lengan = 24 cm Keterangan A β B = panjang β C = ukuran tinggi puncak lengan, buat garis sampai ke titik D dan E, setelah diukur dari titik A Β½ lingkar kerung lengan yang ukurannya bertemu dengan garis dari tititk garis putus-putus garis bantu dari A ke D dan dari A ke bantu dari A ke D dan A ke E dibagi tiga. 1/3 dari A ke D diberi titik A1 dan dari A ke E dinamakan titik β A4 = A2 β A3 = 1,5 D1 = 1/3 D β AD ke D1 dibagi dua dinamakan titik β D3 = 0,5 A dengan A4 dengan D1, D3 dan D seperti gambar lingkar kerung lengan bagian muka.Hubungkan A dengan A3 dan E seperti gambar lingkar kerung lengan bagian belakang.G β G1 = E1 β E2 = 1,5 E dengan E2 sisi lengan bagian belakang, dan D dengan G seperti gambar sisi lengan bagian muka Selamat mencoba β¦.
cara membuat pola dasar badan